Koma.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menanggapi kabar yang beredar soal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite naik menjadi Rp10.000/liter.
Ia menegaskan hingga saat ini pemerintah masih menghitung untuk rencana kenaikan harga pertalite.
“Masih dihitung,” kata Bahlil, dikutip Minggu (14/8/2022).
Bahlil menyampaikan, beban subsidi energi pemerintah sangat besar bisa mencapai Rp600 triliun atau sekitar 25% dari total pendapatan negara.
Sementara pemerintah tidak bisa asal mencabut subsidi BBM seutuhnya lantaran hal itu akan menimbulkan inflasi yang lebih tinggi dari 4%.
Sehingga penekanan subsidi perlu dilakukan pemerintah sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dengan kondisi fiskal.
“Sekarang kami masih split sekitar Rp5 ribu. Ini kan harga yang tinggi yang menjadi beban subsidi kami. Mungkin subsidi tetap ada, tapi angkanya harus diperkecil,” tutupnya.







