Koma.id – Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah menjadi momen bagi umat muslim menebarkan kebaikan kepada sesama umat manusia. Demikian kata Presiden Joko Widodo pascabersama Ibu Negara Iriana menjalankan ibadah Salat Idul Adha 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/7/2022).
“Hari Raya Idul Adha kita maknai sebagai sebuah ketauhidan, sebuah aktivitas yang menebarkan kebaikan yang sebanyak-banyaknya untuk sesama,” kata Presiden Jokowi.
Presiden juga mendoakan diberikan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah di Tanah Suci, termasuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Estu Handayani.
“Tadi kami berdoa bersama agar saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji supaya diberikan keselamatan, supaya diberikan kesehatan, kesabaran dan nanti kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat dan membawa haji yang mabrur,” tambah Jokowi.
Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat Mohammad Nuh sebagai khatib dalam khotbah menyebutkan usia harapan hidup orang Indonesia adalah 72,14 tahun; sehingga, bagi mereka yang berusia 60-an tahun masih memiliki harapan hidup 15 persen karena 85 persennya sudah terpakai.
“Mumpung masih ada harapan hidup, saat yang tepat untuk melakukan evaluasi, menimbang-nimbang antara nikmat Allah Swt yang sudah diberikan kepada kita dengan prestasi yang telah kita capai baik sebagai Abdulloh (penghambaan kepada Allah) maupun sebagai khalifatullah (untuk memakmurkan alam semesta). Kesimpulannya, pasti kita mengalami defisit kebaikan,” kata Nuh.
Artinya, modal yang telah diberikan Allah Swt kepada manusia tidak bisa dihitung besarnya. Namun, hasilnya sangat bisa dihitung bahkan sering kali modal tersebut dikorupsi dengan menyalahgunakan nikmat tersebut.
“Memang sangat banyak penyebab defisit kebaikan kita antara lain dosa yang sifatnya personal, juga dosa yang sifatnya sosial, yang diakibatkan karena abai atau tidak peduli terhadap masalah sosial,” tutupnya.













