Koma.id, JAKARTA – Konser maestro tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia tidak hanya menjadi perayaan 30 tahun album legendaris Romanza, tetapi juga membawa misi kemanusiaan bagi anak-anak yang terdampak konflik di berbagai negara, khususnya Palestina. Melalui rangkaian konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia, penyelenggara menargetkan penggalangan dana untuk menyalurkan 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak yang membutuhkan.
Inisiatif kemanusiaan tersebut dihadirkan oleh promotor Shoemaker Live sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat konflik dan krisis kemanusiaan.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan bahwa konser Andrea Bocelli memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, konser tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, serta kepedulian terhadap sesama.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna.
Ia menjelaskan, Andrea Bocelli ingin menyampaikan harapan akan terciptanya perdamaian, terutama bagi masyarakat yang hingga kini masih hidup dalam situasi konflik. Salah satu lagu yang dibawakan dalam konser tersebut juga akan didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Target penggalangan dana sebanyak 100.000 pasang sepatu diharapkan dapat memperluas dampak sosial dari penyelenggaraan konser internasional tersebut. Melalui program ini, musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga medium untuk menggerakkan solidaritas dan mendorong kepedulian masyarakat terhadap anak-anak korban konflik.
Komitmen kemanusiaan Andrea Bocelli sendiri telah tercermin melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikannya pada 2011. Yayasan tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, musik, dan berbagai program sosial bagi komunitas rentan, terutama anak-anak dan generasi muda.
Salah satu program yang dijalankan adalah Voices of Peace, yang mempertemukan anak-anak dan remaja dari Italia dan Ukraina melalui kegiatan paduan suara serta pendidikan musik. Program tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dari latar belakang berbeda untuk membangun persahabatan, saling memahami, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Selain itu, ABF juga menjalankan program Voices of Jerusalem bersama Magnificat Institute. Program ini memberikan akses pendidikan musik, pelatihan paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.
Kepedulian Bocelli terhadap masyarakat Palestina juga pernah diwujudkan melalui kegiatan penggalangan dana pada Oktober 2019. Saat itu, ia tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam acara yang diselenggarakan Andrea Bocelli Foundation bersama Galilee Foundation. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun hampir 760.000 pound sterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.
Dari perjalanan karier musiknya, Andrea Bocelli dikenal sebagai salah satu penyanyi tenor dunia yang berhasil mempopulerkan genre classical crossover, yakni perpaduan musik klasik, opera, dan musik populer.
Lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958, Bocelli mulai dikenal luas melalui lagu Con te partirò yang dirilis pada 1995. Lagu tersebut kemudian semakin mendunia setelah dibawakan dalam versi duet bersama Sarah Brightman dengan judul Time to Say Goodbye.
Popularitasnya semakin menguat melalui kolaborasi bersama Céline Dion dalam lagu The Prayer. Karya tersebut bahkan memperoleh nominasi Academy Awards untuk kategori Best Original Song pada 1999.
Sepanjang perjalanan kariernya, Bocelli telah menjual lebih dari 90 juta kopi album di seluruh dunia. Pada 2010, ia juga menerima penghargaan bintang di Hollywood Walk of Fame sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam industri hiburan dunia.
Di Indonesia, rangkaian konser *Romanza 30th Anniversary World Tour* dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, dan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pertunjukan di kawasan Candi Borobudur menjadi momentum istimewa karena mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan karya musik maestro internasional. Selain merayakan tiga dekade album *Romanza*, konser tersebut juga membawa pesan solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik.
Melalui rangkaian konser ini, Shoemaker Live berharap musik dapat menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus menggerakkan aksi nyata bagi kemanusiaan.
Target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak Palestina dan negara lain yang terdampak konflik menjadi salah satu wujud bahwa sebuah pertunjukan musik dapat menghadirkan dampak yang lebih luas, tidak hanya di atas panggung, tetapi juga bagi kehidupan mereka yang membutuhkan.










