Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Kapolri Suyudi Siapkan Program Peduli Pengangguran

×

Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Kapolri Suyudi Siapkan Program Peduli Pengangguran

Sebarkan artikel ini
6ae17e7509b71

Koma.id, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan membuat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

“Kemudian kita ada kegiatan namanya Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran ini berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Suyudi seusai pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, di Mabes Polri, Jumat (30/10/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Suyudi menjelaskan, pelaksanaan program Poliran akan melibatkan sejumlah kementerian hingga Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah sebagai tempat pelatihan bagi para peserta.

Ia mencontohkan, dalam kerja sama dengan Kemendes PDT, Polri akan mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk mengajak masyarakat desa yang menganggur agar bersedia mengikuti pelatihan.

“Kita akan mengaktifkan masyarakat kita yang pengangguran, polanya adalah merekrut para Bhabinkamtibmas kita, mungkin nanti dibantu oleh para pendamping desa,” ujar Suyudi.

Adapun pelatihan bagi para penganggur itu akan diberikan oleh beberapa kementerian terkait, antara lain, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.

Harapannya dengan pelatihan yang diberikan, para penganggur dapat memiliki kemampuan tambahan untuk kembali produktif.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, Sosial, dan Kesehatan, kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan dalam hal pekerjaan, bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Nah ini prinsip daripada Poliran,” kata Suyudi.

Suyudi mengatakan, program ini juga menyasar orang-orang yang telah menjalani rehabilitasi ketergantungan narkotika, tetapi belum mendapatkan pekerjaan.

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi membuat mantan pengguna narkotika kembali menggunakan barang terlarang atau mengalami kekambuhan.

“Saat ini sedang kita persiapkan dan harapan kita masyarakat yang pengangguran tadi termasuk orang-orang yang ketergantungan terhadap narkotika, setelah dia direhabilitasi, nah sering kali balik lagi, relapse lagi. Karena apa? Karena tidak mendapatkan pekerjaan. Nah ini yang kita harapkan,” kata kepala Badan Narkotika Nasional itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.