Koma.id | Lumajang – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (17/10) pukul 06.35 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu vulkanik teramati setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau mencapai 4.476 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan PVMBG, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 30 detik.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat,” demikian keterangan PVMBG.
Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Karena itu, PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Warga di sekitar kawasan gunung diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Petugas terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Semeru untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas maupun potensi bahaya lanjutan.









