Koma.id | Jakarta – Meningkatnya kasus Influenza A membuat penggunaan masker kembali menjadi perhatian masyarakat. Namun, dokter mengingatkan bahwa masker medis yang sudah digunakan tidak boleh dipakai berulang karena dapat mengurangi efektivitas perlindungan dan berisiko menimbulkan infeksi sekunder.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), menjelaskan masker medis masih menjadi alat perlindungan yang direkomendasikan untuk mencegah penularan Influenza A. Namun, penggunaannya harus sesuai aturan agar fungsi filtrasi tetap optimal.
Menurut dr. Yogi, masker medis bekerja dengan menyaring partikel dan droplet yang membawa virus. Karena itu, kondisi masker sangat menentukan efektivitas perlindungannya.
“Untuk influenza, salah satu yang kita rekomendasikan masker medis cukup,” ujar dr. Yogi dalam program Morning Zone.
Harus Diganti Setelah 4-6 Jam
ESDM Bantah Kabar Pertalite Naik Jadi Rp13.500 per Liter, Tegaskan Informasi di Medsos Hoaks
Ia menjelaskan masker medis sebaiknya diganti setelah digunakan sekitar 4 hingga 6 jam, atau lebih cepat jika sudah basah dan lembap.
“Masker itu fungsinya untuk memfilter. Pada saat dia sudah basah atau lembap, fungsi filtrasinya sudah tidak efektif lagi, sehingga ada beberapa yang menyarankan setelah 4 sampai 6 jam masker medis sebaiknya diganti,” katanya.
Selain itu, penggunaan masker direkomendasikan untuk masyarakat berusia di atas dua tahun. Sementara anak di bawah usia dua tahun tidak dianjurkan menggunakan masker medis.
Tidak Boleh Dipakai Lagi Keesokan Hari
Di tengah meningkatnya kebutuhan masker, sebagian masyarakat memilih menyimpan masker yang telah dipakai untuk digunakan kembali. Menurut dr. Yogi, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan.
Masker yang telah digunakan, terutama ketika seseorang batuk atau bersin, berpotensi terkontaminasi droplet yang mengandung kuman atau virus. Jika dipakai kembali, kondisi tersebut justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Tidak bisa masker medis digunakan seharian, kemudian diangin-anginkan dan dipakai lagi besok. Apalagi kalau saat digunakan kita batuk dan ada droplet yang menempel. Yang ada malah bisa tumbuh kuman dan menimbulkan infeksi sekunder,” jelasnya.
Virus Bisa Bertahan Berjam-jam hingga Berhari-hari
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis Prof. Anggraini Alam mengingatkan bahwa virus Influenza A tidak hanya menular melalui percikan saluran pernapasan, tetapi juga melalui benda yang terkontaminasi.
Menurutnya, virus Influenza A dapat bertahan hingga 12 jam pada permukaan kain dan sampai dua hari pada permukaan keras tertentu.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum tangan bersih, serta tetap menjaga jarak ketika berada di ruang publik.
“Jangan pegang mata dan hidung sebelum cuci tangan,” kata Anggraini.
Gejala Lebih Berat dari Flu Biasa
Anggraini menjelaskan Influenza A umumnya menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa akibat infeksi rhinovirus. Gejala yang paling sering muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot atau persendian, batuk, kelelahan, hingga penurunan nafsu makan.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam disertai sakit kepala dan nyeri badan yang diikuti gejala pernapasan lainnya.
Dengan meningkatnya kasus Influenza A, dokter mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker medis secara benar, menggantinya secara berkala, serta tidak menggunakan kembali masker yang sudah dipakai.









