Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineNasional

Ratusan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Lima Pewarta yang Hilang di Selat Sunda

×

Ratusan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Lima Pewarta yang Hilang di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Img 20260911 Wa0012
Doa bersama dari semua unsur jurnalis dari berbagai media, untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) malam. (Foto/Sinchan)

Koma.id Ratusan jurnalis dari berbagai jenis media, mulai dari jurnalis foto, televisi, media cetak hingga media online menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Doa bersama digelar secara terbuka di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) malam. Ratusan jurnalis dari berbagai media memadati kawasan tersebut sejak sore hari.

Silakan gulirkan ke bawah

Para jurnalis hadir secara sukarela sebagai bentuk solidaritas terhadap lima rekan mereka yang hingga kini masih dalam pencarian.

Lima jurnalis yang hilang kontak tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Suasana doa berlangsung khidmat. Para jurnalis bersama-sama memanjatkan doa dan membawa poster berisi harapan serta foto kelima pewarta yang masih dalam pencarian.

Sejumlah perwakilan keluarga juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keluarga menjadi bagian dari dukungan moral yang diberikan para jurnalis di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.

“Kami doa bersama dengan semua insan pers, semua dari konstituen pers. Terima kasih kepada kehadirannya, dari pihak keluarga ada beberapa perwakilan,” ujar Ketua Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo di lokasi.

Dwi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas antarinsan pers. Dia berharap kelima jurnalis yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.

“Solidaritas ini secara tidak langsung jadi suatu budaya bagi masyarakat Indonesia, bahwa yang kita butuhkan dari teman-teman jurnalis adalah doa dan dukungan, doa moral,” katanya.

Setelah doa bersama, para peserta kemudian mengheningkan cipta sejenak dan menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan bagi lima jurnalis yang hilang kontak.

Ratusan jurnalis selanjutnya berjalan menuju sisi Bundaran HI sambil membawa lilin, poster berisi harapan, serta foto kelima pewarta.

Kelima jurnalis tersebut diketahui hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga orang lainnya.
Hingga Jumat (11/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak tersebut.

Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan sejumlah unsur dan memperluas penyisiran di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih tinggi turut menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Kondisi tersebut membuat tim SAR harus memperhitungkan aspek keselamatan dalam menentukan wilayah penyisiran.

Doa dan dukungan dari kalangan jurnalis terus mengalir seiring pencarian yang belum membuahkan hasil. Para peserta berharap lima pewarta dan tiga orang lainnya yang masih hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.