Koma.id– Partai Gerindra merespons santai pembentukan kabinet bayangan oleh sejumlah elemen masyarakat sipil yang terdiri dari akademisi dan dosen.
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menegaskan keberadaan kabinet bayangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun ia mengingatkan agar kritik kepada pemerintah disampaikan secara tajam, argumentatif, berbasis fakta, dan menyentuh persoalan mendasar, bukan sekadar memunculkan polemik.
“Saya juga dahulu tukang kritik kan, jadi biasa-biasa saja gitu. Yang paling penting itu kritiknya tajam, tetapi juga argumentatif, mendasar. Bukan kritik yang, ya misalnya soal londo ireng gitu kan,” kata Fadli Zon kepada wartawan di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, kritik yang selama ini disampaikan masih bersifat periferal dan belum menyentuh akar persoalan sehingga diharapkan dapat berkembang menjadi masukan yang lebih konstruktif bagi pemerintah.
Fadli juga menanggapi polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah “londo ireng” dengan menilai pernyataan tersebut tidak perlu terus diperdebatkan karena bertujuan mengingatkan pentingnya persatuan sebagai modal utama pembangunan nasional.
“Apalagi kalau misalnya menyulut terjadinya huru-hara, menyulut terjadinya kekacauan, yang mengambil keuntungan pasti bukan Indonesia, bukan rakyat Indonesia, tetapi yang mengambil keuntungan adalah pihak lain. Jadi saya kira ini adalah satu ingatan saja dari Pak Prabowo,” kata Fadli.








