Koma.id – Istana Kepresidenan akhirnya mengungkap alasan di balik pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan Presiden memanggil kedua pimpinan aparat penegak hukum tersebut untuk menyampaikan laporan langsung mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian pemerintah.
Menurut Prasetyo, salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah polemik penanganan perkara yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun, ia menegaskan pembahasan tidak hanya berfokus pada satu kasus tersebut.
“Presiden juga meminta laporan mengenai berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional, baik di bidang politik, hukum, maupun keamanan,” jelas Prasetyo Hadi, dikutip Jumat (17/7/2026).
Ia mengatakan, Presiden Prabowo menilai stabilitas politik dan keamanan merupakan faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memantau berbagai perkembangan yang menjadi perhatian publik.
Pertemuan yang digelar secara tertutup itu menjadi sorotan setelah muncul berbagai spekulasi mengenai agenda yang dibahas, terutama setelah bergulirnya kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Febrie Adriansyah. Namun, Istana menegaskan pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi rutin Presiden dengan para pimpinan lembaga penegak hukum untuk memastikan penegakan hukum dan stabilitas nasional tetap berjalan dengan baik.













