Koma.id– Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak dilakukannya langkah bersih-bersih dalam proses penegakan hukum menyusul mencuatnya dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Dugaan penyimpangan tersebut disebut berdampak pada terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatera dan sejumlah wilayah lainnya.
“Ini saatnya bersih-bersih dalam proses penegakan hukum di semua lini,” kata Sahroni.
Presiden Prabowo Bertemu Empat Mata Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Istana Merdeka
Sahroni menilai penanganan perkara harus dilakukan secara transparan dan bebas dari konflik kepentingan. Ia meminta Kejaksaan membentuk tim independen yang tidak memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara, termasuk dugaan yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Kualitas Udara Tak Sehat, Pemkot Lubuklinggau Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah
“Saya meminta tadi juga di kejaksaan untuk memiliki tim independen yang tidak terafiliasi dengan yang diduga tersangka,” tandasnya.








