Koma.id – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mendukung Polri membongkar dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara untuk PT PLN yang diduga berkaitan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya ia menduga proses ini sudah berlangsung sangat lama.
“Ini sudah lama berlangsung. Diduga terjadilah permainan kualitas batu bara, misalnya PLTU itu kalorinya 4.500, pltu nya makan untuk pembangkit, tapi yang disuplai 3.800. harganya kan beda,” kata Yusri Usman saat dikonfirmasi Koma.id Selasa (7/7/2026).
Yusri menilai penyidik memiliki sejumlah akses data yang dapat memperkuat proses penyelidikan, mulai dari data Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, hingga data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ditjen Perhubungan.
Selain itu, ia mendorong Polri melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan kesesuaian pasokan batu bara yang digunakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah Indonesia.
“Jika serius, maka mudah mengungkap siapa saja pemainnya. Sudah punya data penyimpangan yang cukup dua alat bukti sehingga bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan, tetapi jangan tebang pilih, ungkap semuanya sesuai perintah Presiden.” tandasnya.
Sebelumnya, Kortastipidkor Polri mengungkap dugaan korupsi dalam pemenuhan pasokan batu bara PLN yang diduga menjadi salah satu faktor terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia. Kasus tersebut disebut berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara hingga sekitar Rp5 triliun.
Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo menyampaikan, dugaan kerugian tersebut berasal dari penyimpangan pemenuhan pasokan batu bara serta dampak ekonomi akibat gangguan listrik yang terjadi.







