Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

30 KK Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi

Views
×

30 KK Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Pemadaman Sampah Terbakar

Koma.id | Tangerang – Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di Desa Mekar Bakti, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dievakuasi akibat terdampak asap pekat dari kebakaran TPA Jatiwaringin. Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penanganan warga berjalan maksimal dengan menyiapkan lokasi pengungsian dan tenaga kesehatan.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga. “Kami pastikan kondisi ini tidak mengganggu kebutuhan warga. Semua sudah terevakuasi dan tertangani dengan baik,” ujarnya, Rabu (01/07).

Silakan gulirkan ke bawah

Lokasi pengungsian dipusatkan di Kantor Desa Mekar Bakti. Dua dokter dan sejumlah tenaga kesehatan disiagakan untuk memantau kondisi warga, termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. BPBD Kabupaten Tangerang mencatat 15 warga dari kelompok rentan telah lebih dulu dievakuasi ke Kantor Desa Tanjakan Mekar.

Rodiah, salah satu warga terdampak, mengaku sempat mengalami sesak napas akibat asap. “Pas kemarin sesak, bau gitu kan, terus dievakuasi ke kantor desa. Alhamdulillah sudah dicek dokter, kondisi sehat. Saya harap kebakarannya cepat padam,” katanya.

Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Helikopter water bombing BNPB dikerahkan untuk membantu menjinakkan api. Kendala utama adalah tumpukan sampah yang tinggi dan pekatnya asap sehingga menyulitkan akses petugas ke titik kebakaran.

“Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Selang sudah cukup panjang, tapi asap pekat membuat sulit menjangkau titik api,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menegaskan kebakaran tidak mengganggu proses pengangkutan sampah warga. “Pelayanan tetap berjalan, lokasi pembuangan jauh dari titik api,” katanya. Ia juga memastikan kebakaran tidak memengaruhi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) karena titik kebakaran berada di luar lahan yang disiapkan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.