Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Ketum Poros Muda Indonesia Dukung Transformasi Polri Presisi, Sebut Kunci Menuju Indonesia Maju

Views
×

Ketum Poros Muda Indonesia Dukung Transformasi Polri Presisi, Sebut Kunci Menuju Indonesia Maju

Sebarkan artikel ini
Frans Freddy
Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, menyatakan dukungannya terhadap transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengusung konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Menurutnya, pembenahan institusi kepolisian menjadi kebutuhan penting untuk menjawab tantangan penegakan hukum dan pelayanan publik di era modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Frans Freddy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Silakan gulirkan ke bawah
Baca juga:
HUT Bhayangkara ke-80, Prabowo Sampaikan Enam Pesan untuk Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Kuasai AI

Menurut Frans, perubahan yang dilakukan Polri merupakan langkah strategis untuk menghadapi perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Transformasi Polri yang mengusung semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Di tengah dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional, Polri dituntut untuk terus berbenah menjadi institusi yang modern, humanis, dan terpercaya,” ujarnya.

Frans menilai keberadaan kepolisian yang profesional memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, keamanan yang terpelihara akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, investasi, dan pembangunan nasional.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen menjaga persatuan dan kemajuan bangsa, Poros Muda Indonesia memandang bahwa kehadiran Polri yang kuat dan profesional merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Stabilitas keamanan yang terjaga akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Maju,” katanya.

Ia juga menyoroti perubahan peran Polri yang kini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis.

“Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan dialog, pencegahan konflik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik menjadi bukti nyata transformasi menuju institusi kepolisian yang semakin modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Frans menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri. Karena itu, integritas, profesionalisme, dan penegakan hukum yang berkeadilan harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama bagi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, setiap anggota Polri harus terus menjaga integritas, profesionalisme, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam setiap pelaksanaan tugas. Penegakan hukum yang berkeadilan akan memperkuat legitimasi institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” ujarnya.

Frans juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya supremasi hukum yang berpihak kepada rakyat.

“Hukum harus menjadi perlindungan rakyat, hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur, hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah, hukum tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas, hukum tidak boleh menjadi alat bagi mereka-mereka yang punya uang, hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik, hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun,” kutip Frans.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparat penegak hukum agar selalu menempatkan keadilan di atas kepentingan apa pun.

“Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur penegak hukum, termasuk Polri, bahwa keadilan harus hadir untuk semua tanpa memandang status sosial, kekuasaan, maupun kepentingan tertentu. Hukum yang adil adalah fondasi utama bagi terwujudnya negara yang kuat, demokratis, dan berkeadaban,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Frans mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendukung transformasi Polri dan menjadi mitra dalam menciptakan keamanan serta memperkuat budaya hukum di Indonesia.

“Poros Muda Indonesia mendukung penuh upaya Polri dalam mewujudkan institusi yang Presisi, modern, dan terpercaya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat budaya hukum di tengah kehidupan bermasyarakat.”

Ia optimistis sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan berkeadilan.

“Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, kita optimistis Indonesia akan semakin maju, aman, dan berkeadilan. Polri yang profesional dan dipercaya rakyat bukan hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengawal cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas,” pungkas Frans.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.