KOMA.ID, JAKARTA – Memasuki usia ke-80 pada peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai telah menunjukkan kematangan sebagai institusi negara yang terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, yang menegaskan komitmen Korps Bhayangkara dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional.
Rumail Abbas Kritik Pernyataan Menhan Soal Perputaran Ekonomi dan Donor Darah Prajurit TNI
Tema tersebut juga dipandang sebagai pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, baik melalui penguatan institusi maupun keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial.
Keamanan dan ketertiban yang terjaga dinilai menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, bekerja, berusaha, hingga meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, keberhasilan Polri dalam menciptakan rasa aman menjadi salah satu indikator penting keberhasilan institusi.
Di tengah momentum HUT Bhayangkara ke-80, capaian tingkat kepercayaan publik terhadap Polri juga mendapat sorotan. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian mencapai 82,4 persen, yang dinilai mencerminkan keberhasilan berbagai pembenahan internal selama beberapa tahun terakhir.
Dandhy Laksono Nilai Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih Bukan untuk Bangun Kompetensi
Pengamat sekaligus Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, menilai tingginya kepercayaan publik tidak terlepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang berhasil melakukan reformasi di tubuh institusi.
“80 tahun usia yang sudah harus mapan dalam segala aspek dan ini terbukti Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berhasil membenahi hal hal yang paling fundamental, yakni budaya kerja, kultural aparatur serta mental personil sehingga dicintai oleh rakyat,” ujar Sandri dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, berbagai capaian positif selama masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit turut mendorong peningkatan citra Polri di mata masyarakat. Berbagai transformasi yang dilakukan disebut telah memperkuat profesionalisme sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian.
Sandri juga menilai keberhasilan Kapolri terlihat dari kemampuannya menjaga stabilitas keamanan nasional, khususnya pada masa transisi politik, sehingga situasi keamanan tetap kondusif.
“Kesuksesan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlihat dari kemampuannya menjaga stabilitas keamanan nasional selama masa transisi politik dan keberhasilannya membawa Polri kembali meraih tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Dedikasi dan kinerjanya membuat Presiden Prabowo Subianto mempertahankan posisinya sebagai Kapolri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman panjang Jenderal Listyo Sigit sebagai anggota Polri menjadi modal penting dalam memimpin institusi. Selama meniti karier di berbagai posisi strategis, Kapolri dinilai konsisten mendorong perubahan dan pembaruan di lingkungan Korps Bhayangkara.
Sandri berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun melalui berbagai reformasi internal dalam beberapa tahun terakhir.













