Koma.id– Komisi I DPR RI akan segera memanggil Kementerian Pertahanan dan TNI untuk meminta penjelasan terkait meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar militer. Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menegaskan DPR ingin mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
“Segera dalam waktu dekat akan dipanggil,” kata Utut dikutip.
Sementara Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh karena pelatihan seharusnya lebih berfokus pada kemampuan manajerial.
Ternyata Kalau Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dihapus, Negara Bisa Hemat Triliunan
Peristiwa ini juga memicu kritik dari berbagai organisasi, termasuk PBNU yang mendesak penghentian sementara pelatihan ala militer dan investigasi menyeluruh.
“Tolong hentikan dulu programnya dan lakukan investigasi. Kematian kelima orang itu sangat tidak masuk akal dan tak bisa dibenarkan dengan dalih pembinaan karakter apa pun,” kata Katib Syuriyah PBNU Hilmy Muhammad, dikutip.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirai mengatakan pihaknya memutuskan mengurangi intensitas latihan fisik dan taktis, membatasi kegiatan pada pembinaan disiplin dan kebugaran dasar, serta memberikan perlakuan khusus bagi peserta yang memiliki kondisi medis atau faktor risiko kesehatan guna mencegah kejadian serupa.







