Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

MUI Apresiasi Haji 2026, Sebut Transformasi Kelembagaan Dorong Peningkatan Layanan Jamaah

Views
×

MUI Apresiasi Haji 2026, Sebut Transformasi Kelembagaan Dorong Peningkatan Layanan Jamaah

Sebarkan artikel ini
Amirsyah Tambunan Mui
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.

KOMA.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 menunjukkan sejumlah kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan pelayanan jamaah hingga tata kelola haji menjadi catatan positif yang mendapat apresiasi dari organisasi keagamaan tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Umum MUI, KH M Anwar Iskandar, melalui Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, usai Rapat Pimpinan (Rapim) MUI yang digelar beberapa waktu lalu.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Buya Amirsyah, peningkatan kualitas penyelenggaraan haji tahun ini tidak terlepas dari transformasi kelembagaan yang mengalihkan pengelolaan haji dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.

“Ketua Umum MUI mengapresiasi penyelenggaraan haji tahun ini. Ada peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya, terutama setelah adanya transformasi kelembagaan dari Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

MUI menilai perubahan struktur kelembagaan tersebut mulai berdampak pada peningkatan kualitas layanan yang diterima jamaah Indonesia selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Berbagai perbaikan tata kelola dinilai mampu mendukung pelaksanaan ibadah haji yang lebih tertib dan terorganisir.

Selain aspek pelayanan, MUI juga menyoroti peran para musyrif dini atau pembimbing keagamaan yang dinilai membantu jamaah menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. Kehadiran ulama dan pembimbing ibadah dianggap menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan spiritual jamaah tetap terpenuhi selama berada di Arab Saudi.

Tak hanya itu, MUI turut memberikan penghargaan kepada para petugas haji Indonesia yang bertugas di lapangan. Di tengah kompleksitas penyelenggaraan haji yang melibatkan jutaan jamaah dari berbagai negara, para petugas dinilai telah bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah Indonesia.

Dalam evaluasinya, MUI juga mencatat capaian positif pada pelaksanaan penyembelihan dam melalui lembaga resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Berdasarkan data yang diterima MUI, lebih dari 153 ribu jamaah atau sekitar 75 persen jamaah haji Indonesia telah menunaikan penyembelihan dam melalui perusahaan Adahi.

“Ini merupakan perkembangan yang baik dan perlu terus ditingkatkan pada penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang,” kata Buya Amirsyah.

MUI juga mengapresiasi sejumlah kebijakan baru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi selama musim haji 2026. Di antaranya pengetatan akses bagi pihak yang tidak memiliki izin resmi serta optimalisasi penggunaan kartu Nusuk sebagai identitas utama jamaah selama berada di Tanah Suci.

Menurut MUI, kebijakan tersebut berkontribusi dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang lebih aman, tertib, dan terukur. Kartu Nusuk dinilai menjadi instrumen penting dalam mendukung mobilitas jamaah sekaligus memastikan akses layanan dapat diberikan secara lebih efektif.

Meski demikian, MUI menegaskan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan haji mendatang. Namun secara umum, berbagai perbaikan yang telah dilakukan sepanjang musim haji 2026 dinilai menjadi langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia.

“Secara umum, Ketua Umum MUI melihat adanya kemajuan yang patut diapresiasi dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Tentu masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, tetapi berbagai perbaikan yang dilakukan merupakan langkah positif yang harus terus dilanjutkan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji Indonesia,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.