Koma.id | Jakarta – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite (RON 90) mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU semakin panjang, sementara banyak pengendara mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi tersebut, terutama pada jam-jam tertentu.
Fenomena ini muncul bersamaan dengan bertambahnya jumlah SPBU Pertamina Signature, yang hanya menjual BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa Pertalite perlahan sedang diarahkan menuju penghapusan bertahap, serupa dengan skenario penghapusan Premium (RON 88) beberapa tahun lalu.
Keluhan Konsumen Di sejumlah kota besar maupun wilayah penyangga, pengendara mengeluhkan stok Pertalite yang sering kosong. Tidak sedikit SPBU memasang pemberitahuan “Pertalite Habis” sebelum malam hari. Akibatnya, masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi terpaksa membeli Pertamax dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini dinilai memberatkan, terutama bagi pengendara roda dua, pelaku UMKM, dan pekerja sektor informal.
Analisis Pengamat Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Pambagio, menilai kelangkaan Pertalite merupakan bagian dari rencana lama pemerintah untuk menghapus BBM subsidi.
“Ya, uang subsidinya enggak ada. Bahan baku BBM-nya juga enggak ada. Itu dampak dari krisis sekarang ini,” ujarnya.
Agus menambahkan, faktor lingkungan juga menjadi alasan kuat. Pemerintah telah mencanangkan transisi menuju standar emisi Euro 4, sementara Pertalite dinilai tidak memenuhi standar tersebut.
“Dia masih ada timbalnya dan disubsidi. Jadi, semuanya mau masuk ke Pertamax (RON 92) minimal. Itu sudah rencana puluhan tahun lalu,” katanya.
Beban Pertamina Di sisi lain, kondisi finansial Pertamina juga disebut berpengaruh. Agus menilai tata kelola kompensasi subsidi energi belum ideal, sehingga keterlambatan pencairan dana dari pemerintah membuat arus kas perusahaan terganggu.
“Sudah berdarah-darah Pertamina. Utang subsidi yang beberapa tahun lalu juga belum dibayar, ditanggung Pertamina,” ujarnya.
Transisi Energi Langkah penghapusan Pertalite dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah mendorong penggunaan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Skema ini diperkirakan akan mengikuti pola penghapusan Premium, dimulai dari kota besar lalu meluas ke seluruh Indonesia.








