Koma.id – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendukung penuh langkah Polri untuk menindak tegas para pelaku begal. Ia menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku kejahatan jalanan tersebut.
“Kami mendukung penuh Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas dan tanpa kompromi terhadap seluruh para pelaku kejahatan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Habiburokhman, kepada wartawan, Sabtu (23/6/2026).
Ia menilai kejahatan begal saat ini bukan lagi sekadar kriminalitas yang dipicu faktor ekonomi. Menurutnya, pola kejahatan para pelaku sudah semakin brutal dan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kejahatan begal saat ini sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, karena bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa yang dipicu oleh faktor ekonomi, namun telah berkembang menjadi kejahatan brutal yang erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Habiburokhman juga menyoroti korban begal yang kini bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian hingga warga negara asing. Ia mencontohkan kasus di Lampung yang menyebabkan anggota polisi Bripka Arya Supena gugur saat menjalankan tugas.
“Terlebih lagi yang menjadi korban kejahatan begal saat bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga aparat kepolisian bahkan sampai warga negara asing,” ujarnya.
“Di Lampung misalnya, kasus kejahatan begal telah menyebabkan anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugasnya yaitu bernama Bripka Arya Supena,” lanjutnya.
Ia menegaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, ia meminta aparat kepolisian terus meningkatkan tindakan tegas terhadap pelaku begal demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Polri tidak boleh membiarkan jalanan Indonesia dikuasai oleh para begal. Jangan sampai masyarakat takut dalam melaksanakan aktivitas seperti bekerja dan kegiatan lainnya oleh sebab itu negara harus hadir. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama kita semua,” ucapnya.







