Koma.id | Jakarta – Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak mentah Indonesia (ICP) sempat melonjak ke level US$117,31 per barel. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tetap tenang karena rata-rata ICP sepanjang tahun berjalan masih di bawah ambang batas US$100 per barel.
“Tidak akan naik, insyaallah sampai akhir tahun harga BBM bersubsidi tetap aman,” ujar Bahlil, Selasa (19/05). Ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantalan fiskal untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Meski pemerintah memastikan harga tetap, skenario kenaikan BBM bersubsidi akan berdampak luas:
- Inflasi: Harga kebutuhan pokok berpotensi melonjak karena biaya distribusi meningkat.
- Transportasi: Ongkos angkutan umum dan logistik akan naik, memengaruhi mobilitas masyarakat.
- Daya beli: Konsumsi rumah tangga bisa melemah karena pengeluaran energi lebih besar.
- Industri: Sektor manufaktur dan usaha kecil menengah akan menghadapi kenaikan biaya produksi.
Pemerintah telah mengalokasikan Rp381,3 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi tahun 2026. Hingga April, realisasi mencapai Rp153,1 triliun untuk 4,7 juta kiloliter BBM bersubsidi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran cukup untuk menjaga harga tetap stabil.








