Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Internasional

Total 4 Jurnalis Indonesia Ikut Ditawan Militer Israel

Views
×

Total 4 Jurnalis Indonesia Ikut Ditawan Militer Israel

Sebarkan artikel ini
Intersepsi Israel Ke Global Sumud Flotilla
Misi intersepsi tentara Israel ke Global Sumud Flotilla.

KOMA.ID, JAKARTA – Situasi mencekam menyelimuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang tengah berlayar menuju Gaza melalui Laut Mediterania. Relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam armada tersebut dilaporkan menghadapi ancaman intersepsi militer hingga serangan siber masif.

Informasi itu disampaikan oleh aktivis kemanusiaan Indonesia, Chiki Fawzi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @chikifawzi pada Senin (18/5/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam unggahannya, Chiki meminta masyarakat Indonesia ikut memantau dan mendoakan keselamatan para relawan yang saat ini berada di tengah pengepungan di perairan internasional dekat Siprus.

“Teman-teman, di waktu subuh ini mau minta doa. Jagain teman-teman kita yang sedang berlayar pakai jari-jari kita yah,” tulis Chiki.

Ia mengungkapkan, jaringan komunikasi Global Sumud Flotilla sempat dihantam lebih dari 1,5 juta serangan siber hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Situasi disebut semakin genting lantaran kapal militer dan drone telah terpantau mengitari armada flotilla.

Menurut Chiki, sebanyak 52 kapal tengah berada di wilayah laut internasional dekat Siprus saat ancaman intersepsi mulai terjadi. Pusat komunikasi keluarga relawan juga telah diaktifkan dalam mode siaga untuk memberikan pembaruan situasi kepada keluarga delegasi.

Tak hanya jalur laut, tekanan juga disebut terjadi pada konvoi darat kemanusiaan yang bergerak dari kawasan Afrika Utara menuju Libya Timur. Para relawan di jalur darat dilaporkan menghadapi risiko penangkapan dan bahkan dituding sebagai kelompok teroris.

“Bukan hanya jalur laut, tapi juga darat dan para political impact sedang bergerak dan mobilize action di segala penjuru dunia,” lanjutnya.

Beberapa jam kemudian, Chiki kembali mengabarkan bahwa proses intersepsi telah dimulai. Ia menyebut serangan siber meningkat drastis hingga lebih dari 8 juta serangan, sementara jaringan internet armada mulai dijamming.

“Interception start NOW! Perhatikan teman-teman kita delegasi Indonesia. Sudah lebih dari 8 juta serangan cyber, internet di-jammed,” tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, sejumlah kapal dinyatakan telah dipastikan dicegat, di antaranya Amanda, Barbaros, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue, Kyriakos, Tenaz, Zio Faster, hingga kapal Josef yang membawa relawan Indonesia dari Rumah Zakat, Andi Angga Prasadewa.

Selain itu terdapat dua kapal lain yang diduga turut mengalami intersepsi yakni Jandabar dan Sadabad.

Chiki juga mengungkap daftar relawan dan jurnalis Indonesia yang saat ini berada dalam misi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza. Mereka antara lain Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa serta Hendro Prasetyo dari SMART 171 di kapal Kasr-1.

Sementara dari kalangan jurnalis terdapat nama Bambang Noroyono dari Republika di kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika di kapal Ozgurluk, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo di kapal Ozgurluk, serta Rahendro Herubowo dari iNewsTV, Berita1, dan CNN yang juga berada di kapal Ozgurluk.

Seruan solidaritas terhadap misi kemanusiaan ini terus menggema di media sosial, menyusul meningkatnya kekhawatiran dunia internasional atas keselamatan para relawan sipil yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza di tengah blokade Israel.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.