Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Anak Bandar Besar Ditangkap Saat Staycation di Hotel Mewah

Views
×

Anak Bandar Besar Ditangkap Saat Staycation di Hotel Mewah

Sebarkan artikel ini
New Project 35

Koma.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar jaringan peredaran narkotika di Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026).

Operasi gabungan yang dilakukan di Samarinda hingga Balikpapan berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga menjadi bagian dari sindikat pemasok narkoba lintas wilayah.

Silakan gulirkan ke bawah

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari operasi penertiban kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda.

Dalam operasi itu, tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury melakukan penyisiran terhadap jaringan pengedar yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.

“Tim gabungan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Gang Langgar Samarinda yang selama ini diduga menjadi salah satu titik peredaran narkotika di Kalimantan Timur,” kata Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap Firnandes alias Nando yang disebut sebagai pengendali kampung narkoba Gang Langgar.

Nando diketahui merupakan anak kandung bandar narkoba bernama Haji Endi yang kini berstatus DPO, serta diduga menjadi bawahan bandar besar lainnya yakni Haji Sudi yang juga masuk daftar pencarian orang.

Penangkapan Nando dilakukan di salah satu hotel mewah di Samarinda, yakni Hotel Fugo. Saat ditangkap, Nando sedang berada di kamar suite dan tengah menikmati staycation bersama pacarnya.

“Pelaku atas nama Firnandes alias Nando diamankan saat berada di Hotel Fugo Samarinda. Dari hasil pendalaman, yang bersangkutan diduga memiliki peran penting dalam pengendalian peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar,” ujar Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

Setelah menangkap Nando dan membongkar jaringan Gang Langgar, tim gabungan kemudian memperoleh informasi mengenai adanya sindikat lapis atas yang memasok narkoba ke sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui pengembangan operasi ke wilayah Balikpapan.

Dari hasil pengembangan itu, petugas kembali berhasil menangkap seorang pelaku bernama Hadi Saputra yang diduga terlibat dalam jaringan penyuplai narkoba untuk wilayah Kalimantan Timur.

Penangkapan dilakukan melalui operasi khusus yang digelar tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi sebelumnya di Samarinda. Kami terus menelusuri jaringan di level atas yang menyuplai narkotika ke berbagai daerah di Kalimantan Timur,” tegas Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk terus memberantas jaringan narkoba, termasuk memburu para bandar besar yang hingga kini masih buron.

Polisi juga memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap aliran barang, jaringan pemasok, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang dari bisnis narkotika tersebut.
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Narkoba Samarinda-Balikpapan, Anak Bandar Besar Ditangkap Saat Staycation di Hotel Mewah

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali membongkar jaringan peredaran narkotika di Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026).

Operasi gabungan yang dilakukan di Samarinda hingga Balikpapan berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga menjadi bagian dari sindikat pemasok narkoba lintas wilayah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari operasi penertiban kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda.

Dalam operasi itu, tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan penyisiran terhadap jaringan pengedar yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.

“Tim gabungan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Gang Langgar Samarinda yang selama ini diduga menjadi salah satu titik peredaran narkotika di Kalimantan Timur,” kata Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap Firnandes alias Nando yang disebut sebagai pengendali kampung narkoba Gang Langgar.

Nando diketahui merupakan anak kandung bandar narkoba bernama Haji Endi yang kini berstatus DPO, serta diduga menjadi bawahan bandar besar lainnya yakni Haji Sudi yang juga masuk daftar pencarian orang.

Penangkapan Nando dilakukan di salah satu hotel mewah di Samarinda, yakni Hotel Fugo. Saat ditangkap, Nando sedang berada di kamar suite dan tengah menikmati staycation bersama pacarnya.

“Pelaku atas nama Firnandes alias Nando diamankan saat berada di Hotel Fugo Samarinda. Dari hasil pendalaman, yang bersangkutan diduga memiliki peran penting dalam pengendalian peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar,” ujar Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

Setelah menangkap Nando dan membongkar jaringan Gang Langgar, tim gabungan kemudian memperoleh informasi mengenai adanya sindikat lapis atas yang memasok narkoba ke sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui pengembangan operasi ke wilayah Balikpapan.

Dari hasil pengembangan itu, petugas kembali berhasil menangkap seorang pelaku bernama Hadi Saputra yang diduga terlibat dalam jaringan penyuplai narkoba untuk wilayah Kalimantan Timur.

Penangkapan dilakukan melalui operasi khusus yang digelar tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi sebelumnya di Samarinda. Kami terus menelusuri jaringan di level atas yang menyuplai narkotika ke berbagai daerah di Kalimantan Timur,” tegas Brigjen Pol Eko Hadi Santoso.

Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk terus memberantas jaringan narkoba, termasuk memburu para bandar besar yang hingga kini masih buron.

Polisi juga memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap aliran barang, jaringan pemasok, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang dari bisnis narkotika tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.