Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Taksi Listrik Mogok di Tengah Rel Lintasan Picu Tabrakan Beruntun KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

Views
×

Taksi Listrik Mogok di Tengah Rel Lintasan Picu Tabrakan Beruntun KRL dan KA Argo Bromo Anggrek

Sebarkan artikel ini
Img 20260428 Wa0008
Ilustrasi kronologis awal peristiwa kecelakaan KRL tabrak Taksi Green SM, taksi listrik asal Vietnam yang mogok di pintu pelintasan lalu KRL ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. (Foto Ilustrasi dibuat dengan menggunakan AI /Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Kecelakaan beruntun melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini bermula dari KRL yang menabrak taksi listrik Xanh SM asal Vietnam yang mogok di pintu perlintasan, sebelum akhirnya dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Salah satu saksi, Hendri, penumpang KRL Bekasi–Jakarta, mengungkapkan bahwa sebelum tabrakan besar terjadi, rangkaian KRL sudah lebih dulu mengalami gangguan akibat insiden di perlintasan.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Hendri, KRL tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB dan berhenti cukup lama setelah kejadian tersebut.

“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KRL sempat tertahan karena adanya kendaraan yang bermasalah di jalur perlintasan. Belakangan diketahui kendaraan tersebut adalah taksi listrik Xanh SM yang mengalami mogok tepat di lintasan rel.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang langsung menghantam bagian belakang rangkaian KRL yang tengah berhenti.

“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang, termasuk gerbong perempuan. Benturannya masuk ke dalam,” kata Hendri.

Ia menggambarkan suara benturan sangat keras hingga terdengar seperti ledakan.

“Kalau kedengarannya seperti suara bom, saking kencangnya,” ujarnya.

Hendri juga menyebut suasana langsung berubah panik. Asap tebal terlihat muncul dari lokasi benturan, disertai bunyi sirene darurat.

“Awalnya biasa saja, tapi begitu tabrakan, sirene langsung bunyi dan asap terlihat. Saya langsung lari,” katanya.

Sementara itu, penumpang lain, Munir, yang berada di dalam KRL dari arah Jakarta menuju Cikarang, membenarkan bahwa kereta yang ditumpanginya berhenti akibat insiden awal tersebut.

Ia menjelaskan, penghentian terjadi setelah KRL lebih dulu menabrak taksi listrik yang mogok di perlintasan.

“Kereta berhenti karena ada kejadian di depan, KRL nabrak mobil yang mogok di rel,” ujarnya.

Dalam kondisi berhenti itulah, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menghantam dengan keras.

“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir.

Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL, terutama gerbong khusus perempuan. Sejumlah penumpang dilaporkan kesulitan mengevakuasi diri karena akses keluar tertutup bangku dan struktur gerbong yang hancur.

Proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi dengan melibatkan petugas gabungan. Sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB. KAI mengonfirmasi bahwa rangkaian KRL (PLB 5568A) tertemper oleh KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya bersama kepolisian langsung melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi.

“KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Saat ini proses evakuasi dan penanganan korban masih berlangsung,” ujarnya.

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan guna mendukung proses evakuasi.

Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi. Perjalanan kereta api di lintas tersebut juga mengalami gangguan.

KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan, serta mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan di area perlintasan rel.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.