Koma.id– Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan kembali memanas setelah sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) secara terbuka mendesak Ketua Umum Muhammad Mardiono untuk mengevaluasi hingga mengganti Sekretaris Jenderal Taj Yasin Maimoen.
Desakan ini dipicu ketidakpuasan terhadap kinerja Sekjen yang dinilai tidak optimal dalam mengelola organisasi, sehingga berdampak pada terganggunya koordinasi dan memicu konflik berkepanjangan di internal partai.
Menanggapi hal tersebut, Mardiono memilih bersikap hati-hati dengan membuka ruang klarifikasi (tabayun) kepada seluruh pihak, sementara Taj Yasin membantah tudingan dan menegaskan bahwa dirinya tetap bekerja secara profesional dalam mengurus DPW.
âInsya Allah saya akan melakukan tabayun terhadap para pihak dari kader yang menyampaikan aspirasi ini,â ujar Mardiono, dikutip.
Kritik keras datang dari berbagai DPW yang menilai terjadi penyimpangan tata kelola organisasi serta minimnya peran Sekjen dalam menjalankan fungsi sesuai AD/ART. Sejumlah pengurus bahkan mendesak pergantian segera demi mempercepat konsolidasi internal.
Ketegangan semakin meningkat setelah beberapa DPW menyiapkan langkah hukum berupa gugatan perdata terhadap Taj Yasin dan Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto, yang disebut sebagai akumulasi kekecewaan daerah. Meski demikian, Taj Yasin menanggapi santai rencana tersebut dan mempersilakan jika gugatan benar-benar diajukan.







