Koma.id | Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, resmi melepas 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah. Prosesi pelepasan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/04).
Dalam sambutannya, Gus Irfan menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi para petugas, baik dari segi niat, kondisi fisik, maupun mental. Ia mengingatkan bahwa tugas sebagai PPIH bukanlah tanggung jawab ringan karena berhubungan langsung dengan pelayanan jemaah haji.
“Apa pun yang kalian lakukan, kesalahan sedikit pun dianggap sebagai kesalahan negara, keberhasilan kalian adalah keberhasilan negara secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia menambahkan, petugas Daker Makkah memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan, khususnya saat puncak ibadah haji di Arafah dan Mina.
“Tugas saudara sekalian bukan sekadar administratif atau teknis, tetapi tugas kemanusiaan, tugas pelayanan, dan juga tugas negara,” ujarnya.
Menhaj Irfan juga menyampaikan perkembangan terkini terkait jemaah haji yang telah tiba di Arab Saudi. Sekitar 6.700 jemaah gelombang pertama dilaporkan sudah berada di Madinah dan menjalankan ibadah sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, semuanya lancar sesuai harapan kita,” katanya.
Dengan pelepasan 200 petugas tersebut, total PPIH yang sudah diberangkatkan mencapai sekitar 1.300 orang. Jumlah ini akan terus bertambah seiring keberangkatan petugas lainnya, termasuk non-kloter.
“Seluruh personel disiapkan untuk memastikan pelayanan jemaah berjalan optimal selama pelaksanaan ibadah haji,” jelas Gus Irfan.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 disebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya sepenuhnya dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan melalui sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, dengan menekankan kepentingan jemaah sebagai prioritas utama.








