Koma.id– Isu mengenai rencana merger atau fusi antara Partai Gerindra dan Partai NasDem yang belakangan beredar luas dipastikan tidak benar. Kedua partai politik tersebut secara tegas membantah adanya pembahasan ataupun rencana penggabungan. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa tidak pernah ada komunikasi antara pihaknya dengan NasDem terkait isu tersebut.
“Ya, seperti yang disampaikan oleh NasDem bahwa kami tidak pernah ada pembicaraan seperti itu,” kata Dasco dikutip.
Dasco mengaku pihak internal Gerindra justru merasa heran dengan kemunculan isu tersebut. Ia mempertanyakan sumber awal kabar yang dinilai tidak jelas.
Gerindra sebenarnya tidak berencana memberikan klarifikasi lebih lanjut karena pihak NasDem telah lebih dahulu membantah isu tersebut.
“NasDem sudah menjelaskan. Kami pikir sudah cukup,” kata Dasco.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, juga menyampaikan keterkejutannya atas kabar merger yang disebut-sebut muncul dari pemberitaan sebuah majalah. Ia menjelaskan bahwa fusi partai politik memang pernah terjadi di Indonesia, khususnya pada masa pemerintahan Soeharto di era Orde Baru. Saat itu, pada tahun 1973, terjadi penyederhanaan partai politik menjadi tiga kekuatan besar.







