Koma.id | Bandung – Luapan Sungai Citarum dan anak sungainya kembali menyebabkan banjir besar di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tercatat 6.877 Kepala Keluarga (KK) atau 19.408 jiwa masih terdampak genangan yang merendam tiga desa dan satu kelurahan. Senin (13/04).
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyebutkan wilayah terdampak meliputi Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Sukapura, serta Kelurahan Pasawahan.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Ketinggian banjir sudah menurun, namun masih ada yang terendam. Total terdampak 6.877 KK atau 19.408 jiwa,” ujarnya.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
Kondisi Wilayah
- Desa Dayeuhkolot: Kampung Cilisung RW 03 terendam hingga 160 cm, Babakan Sangkuriang dan Bojongasih di atas 1 meter.
- Desa Citeureup: Genangan 80–120 cm, sejumlah rumah warga masih tergenang.
- Desa Sukapura & Kelurahan Pasawahan: Air berkisar 20–70 cm, beberapa titik akses jalan terhambat.
- Jalan Raya Dayeuhkolot: Tergenang 50–100 cm, arus kendaraan terganggu, sejumlah pengendara motor mogok.
Pengungsian
Sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi aman. Data kecamatan mencatat empat titik pengungsian:
- Shelter PMI belakang Kantor Desa Dayeuhkolot
- Masjid An-Nur Citeureup
- Masjid Al-Ikhlas Citeureup
- Gedung Shelter Desa Dayeuhkolot
Puluhan keluarga tercatat mengungsi, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, penyandang disabilitas, serta warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Dampak dan Penanganan
- Aktivitas warga terganggu, sebagian menggunakan perahu untuk bekerja dan sekolah.
- Pertokoan di sepanjang jalan terpaksa tutup akibat genangan 30–50 cm.
- Pemerintah menyalurkan makanan siap saji, layanan kesehatan, dan perlengkapan darurat.
- Upaya jangka panjang dilakukan melalui normalisasi sungai oleh BBWS, peninggian jembatan di titik rawan, serta penerapan pendekatan Pentahelix melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sembilan kecamatan, termasuk Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, dan Cimaung. Selain banjir, angin kencang juga merusak atap rumah dan menumbangkan pohon.








