Koma.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia, termasuk simulasi jika harga mencapai rata-rata 100 dolar AS per barel. Dalam skenario tersebut, pemerintah tetap optimistis dapat menjaga defisit APBN di bawah 3 persen, tepatnya sekitar 2,9 persen, melalui langkah efisiensi dan penghematan anggaran.
“Jadi waktu kita exercise dengan harga minyak dunia rata-rata 100 dollar per barrel sampai akhir tahun dan dengan exercise yang lain, pemotongan dan penghematan di sana sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9 persen,” jelas Purbaya.
Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan dana sebagai langkah antisipasi jika harga minyak melonjak tak terkendali. Purbaya menyebut terdapat bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun dari sisa lebih anggaran yang dapat digunakan untuk meredam dampak terhadap ekonomi nasional.
“Kalau kepepet gimana? misal harganya lebih tinggi lagi nggak terkendali, selama suplainya ada kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih. Kalau kepepet itu masih bisa dipakai,” jelasnya.







