Koma.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kondisi perekonomian nasional dan stok bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.
Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran berdampak pada rantai pasok global, namun Indonesia dinilai masih mampu bertahan dengan fundamental ekonomi yang kuat.
“Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu, kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif,” ujar Airlangga dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa.
Dalam hal ini, Pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.
Selain itu, dalam rangka efisiensi mobilitas, pemerintah membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik. Selain itu, perjalanan dinas dalam negeri ditekan hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen.
Kebijakan WFH ini berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Sementara, total potensi penghematan dari konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.
Terkait harga dengan BBM, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sesuai arahan pemerintah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan krisis energi global.
“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” ujar Baron.
Ia menambahkan, prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan ketersediaan energi serta mengoptimalkan rantai pasok agar distribusi energi menjangkau seluruh wilayah.







