Koma.id – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak mengalami pemangkasan, melainkan terus diperkuat melalui program revitalisasi sekolah. Program ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong dampak ekonomi di berbagai daerah.
“Revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian,” jelas Qodari, dikutip Senin (30/3/2026).
Besok Kepung Bundaran HI, Mahasiswa Se-Jabodetabek Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
Proyek-proyek pembangunan dan perbaikan sekolah turut membuka lapangan kerja serta menggerakkan perputaran ekonomi lokal, terutama di sektor konstruksi dan jasa pendukung.
Kapolri Siapkan Nobar Gratis Piala Dunia 2026 dari Mabes hingga Polsek, UMKM Ikut Kecipratan Berkah
Sepanjang 2025, program revitalisasi sekolah telah menjangkau lebih dari 16 ribu sekolah, melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah. Hingga Maret 2026, hampir seluruh proyek tersebut telah rampung, menunjukkan percepatan signifikan dalam implementasi program.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi hingga puluhan ribu sekolah dengan tambahan anggaran yang lebih besar.
Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat sektor pendidikan nasional, sekaligus memastikan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan di berbagai wilayah.
Qodari menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan tetap menjaga kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.








