Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Prajurit TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras, Prabowo : Itu Terorisme

Views
×

Prajurit TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras, Prabowo : Itu Terorisme

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

KOMA.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan tindakan kriminal serius yang tidak bisa ditoleransi.

Bahkan, ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk terorisme yang harus diusut hingga ke dalang utamanya.

Silakan gulirkan ke bawah

Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat sesi tanya jawab bersama jurnalis. Dengan nada keras, ia menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Prabowo.

Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku lapangan. Ia meminta aparat penegak hukum mengungkap siapa aktor intelektual di balik aksi keji tersebut.

“[Termasuk] siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” pungkasnya.

Presiden juga menegaskan bahwa negara tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang selama ini menyuarakan kritik. Ia bahkan menjamin tidak akan ada impunitas jika ditemukan keterlibatan aparat dalam kasus ini.

“Ya jelas dong [kalau itu dari aparat]. Tidak akan! [ada impunitas]. Saya menjamin!” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa dirinya berkomitmen menegakkan hukum demi menciptakan Indonesia yang beradab.

“Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” katanya.

Sementara itu, perkembangan terbaru dari kasus ini menunjukkan langkah cepat aparat. Beberapa hari setelah kejadian, pihak kepolisian bersama Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa para terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan ujian serius bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya dalam menjamin perlindungan terhadap aktivis dan kebebasan berpendapat.

“Saya dipilih oleh rakyat, untuk membela rakyat. Tapi kita waspada, saya minta diusut benar. Sampai ke aktornya,” kata Prabowo.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.