Koma.id – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) mendapat dukungan dari DPR.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai langkah tersebut mencerminkan sikap hati-hati pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global, khususnya konflik Israel–Palestina yang terus memanas.
YLBHI: Urusan Begal Bukan Tugas Tentara
Menurut Dave, keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional seperti BoP tidak berarti mengubah prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
Sekarang Bukan Lagi Isu Dwifungsi, TNI Dinilai Sudah Masuk ke Semua Sektor Dari MBG hingga Koperasi
“Pemerintah tetap berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Keputusan di Tangan Presiden
Menanggapi desakan sejumlah pihak yang meminta Indonesia keluar dari BoP, Dave menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
Ia menilai pemerintah memiliki pertimbangan strategis dalam menentukan posisi Indonesia di tengah situasi global yang kompleks.
Selain itu, keterlibatan Indonesia dalam forum seperti BoP dinilai dapat menjadi ruang diplomasi untuk menyuarakan kepentingan nasional, termasuk dukungan terhadap Palestina.
Presiden Tegaskan Tujuan Diplomasi
Secara terpisah, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP bertujuan untuk mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara (two-state solution) bagi Palestina dan Israel.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, termasuk tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun.
Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tidak mengubah posisi strategis negara dalam menjaga kedaulatan dan independensi kebijakan luar negeri.
Respons di Tengah Dinamika Global
Dukungan DPR ini muncul di tengah perdebatan publik terkait efektivitas BoP yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sejumlah pihak menilai forum tersebut belum memiliki peta jalan yang jelas dalam mendorong perdamaian di Palestina. Namun, pemerintah memilih tetap terlibat sebagai bagian dari upaya diplomasi aktif Indonesia di tingkat global.
Dengan tetap berada dalam BoP, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam mendorong dialog dan solusi damai di tengah konflik yang terus berlangsung.













