Koma.id– Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Prabowo menyatakan Indonesia tidak memihak blok kekuatan mana pun dan tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Menurutnya, Indonesia harus berdiri di atas kekuatan sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” ucap Prabowo dikutip dari rilis Badan Komunikasi Pemerintah, pada Senin (16/3).
FAM UBK Murka! Tudingan Dana Rp300 Juta ke Gibran Disebut Fitnah, Tantang Pembuktian di Jalur Hukum
Prabowo juga menegaskan pentingnya memperkuat pertahanan nasional. Ia menyebut Indonesia perlu memiliki kekuatan militer yang memadai agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan tanpa harus bergantung pada pihak luar.
Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace bentukan Amerika Serikat, Prabowo menekankan bahwa tujuan utama Indonesia adalah mendorong kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara atau two-state solution. Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Buku ke-42 Wakapolri âMengawal Pangan Menuai Amanâ, Soroti Ketahanan Pangan sebagai Pilar Bangsa
Selain itu, Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, dialog menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan yang telah menimbulkan ketidakpastian global.
“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” jelasnya.







