Koma.id– Pemerintah memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipangkas meski tengah menyiapkan langkah efisiensi belanja negara. Penghematan akan difokuskan pada sejumlah pos pengeluaran kementerian dan lembaga yang dinilai masih bisa ditekan tanpa mengganggu program prioritas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan program unggulan pemerintah tetap berjalan. Pemerintah juga berupaya menjaga agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak melampaui batas yang telah ditetapkan.
Menurut Airlangga, arahan Presiden Prabowo Subianto jelas, yakni menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Bahkan, pemerintah menilai kondisi idealnya adalah anggaran berimbang atau balance budget.
FAM UBK Murka! Tudingan Dana Rp300 Juta ke Gibran Disebut Fitnah, Tantang Pembuktian di Jalur Hukum
“Arahan Bapak Presiden, kita menjaga defisit di 3%. Bahkan kondisi idealnya balance budget,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Untuk menjaga ruang fiskal, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama Sri Mulyani Indrawati serta sejumlah kementerian besar. Dalam rapat tersebut, setiap kementerian diminta menghitung potensi penghematan dari pos belanja yang tidak bersifat prioritas.
Buku ke-42 Wakapolri “Mengawal Pangan Menuai Aman”, Soroti Ketahanan Pangan sebagai Pilar Bangsa
Namun demikian, Airlangga menegaskan langkah efisiensi tidak akan menyasar program unggulan pemerintah, termasuk MBG. Program tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebaliknya, penghematan akan dilakukan pada sejumlah pos operasional seperti belanja jasa, perjalanan dinas, belanja aparatur, hingga pengadaan peralatan. Pemerintah juga meminta setiap kementerian meninjau kembali program yang masih dapat dihemat tanpa mengganggu pelayanan publik.
Hingga kini, pemerintah masih mengumpulkan data dari seluruh kementerian sebelum melaporkan hasil perhitungan efisiensi tersebut kepada Presiden. Besaran penghematan baru akan diumumkan setelah keputusan final ditetapkan.
“Selama perang belum mencapai lima bulan, kita masih menggunakan skenario pemotongan anggaran dan tetap menggunakan maksimum defisit 3%,” katanya.







