Koma.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan telah merampungkan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dalam operasi pengamanan tersebut, Korlantas memprediksi adanya empat gelombang puncak pergerakan masyarakat, yakni dua gelombang saat arus mudik dan dua gelombang saat arus balik.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korlantas Mabes Polri, Faizal, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan perjalanan masyarakat saat mudik dapat berjalan lancar dan aman.
“Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar, aman, dan bebas dari potensi kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya,” ujar Faizal dikutip Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, berdasarkan hasil pemetaan dan prediksi lalu lintas, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret, sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret.
Sementara itu, arus balik Lebaran diperkirakan mencapai puncaknya pada 24–25 Maret dan kembali meningkat pada 28–29 Maret.
Berdasarkan prediksi tersebut, Polri bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan personel serta strategi pengamanan secara matang, termasuk pengaturan lalu lintas di berbagai jalur utama.
Selain itu, Korlantas juga menyiapkan dukungan infrastruktur berupa 10 ruas jalan tol fungsional di Pulau Jawa yang akan dioperasikan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan selama periode mudik.
Faizal menjelaskan, salah satu fokus utama dalam pengamanan mudik tahun ini adalah melakukan sterilisasi potensi kerawanan di sejumlah titik yang memiliki karakteristik risiko tinggi.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah ruas jalan tol dan kawasan rest area yang kerap menjadi titik kepadatan kendaraan.
Menurutnya, isu kepadatan di rest area menjadi salah satu fokus evaluasi Korlantas. Karena itu, pihaknya telah melakukan peninjauan dan evaluasi di sejumlah rest area yang berada di jalur utama, termasuk kawasan Jakarta–Cikampek hingga Bandung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas istirahat bagi pemudik tetap aman, tertib, dan mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026.












