Koma.id– Kepala Koordinator Nasional (Kakornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menegaskan bahwa posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden merupakan ketentuan yang sudah final dan tidak perlu lagi diperdebatkan.
“Sudah paten bahwa Polri itu langsung di bawah Presiden. Tidak ada lagi ruang perdebatan, tidak ada lagi ruang diskusi. Karena Polri di bawah Presiden adalah yang terbaik,” ujar Sandri.
Sandri yang juga menjabat sebagai Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap institusi Polri semakin vital, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta mengawal jalannya program pemerintahan.
Menurutnya, secara demografis dan dalam perspektif keamanan nasional, posisi Polri di bawah Presiden dinilai tepat dan relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.
Sebagai aktivis pemuda dengan jaringan nasional, Sandri mengaku telah melakukan berbagai studi lapangan untuk mengukur pandangan masyarakat. Selain survei, pihaknya juga mengumpulkan sekitar 8.000 orang di Velodrome Jakarta pada 20 Oktober 2025 untuk menyerap aspirasi publik.
Ia menyatakan, hasil survei yang dirilis Haidar Alwi Institute menunjukkan sebanyak 79,5 persen responden mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden.
“Ini jelas aspirasi rakyat. Jadi jangan lagi ada diskusi bias di ruang publik dong,” tukas Sandri.
Berdasarkan hasil tersebut, Sandri menilai tidak ada lagi celah bagi pihak-pihak yang ingin mengubah posisi kelembagaan Polri. Ia menyebut aspirasi tersebut sejalan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Polri tetap berada di bawah Presiden.
Selain itu, menurut Sandri, sikap tersebut juga mendapat dukungan dari DPR RI melalui Komisi III yang menyatakan Polri tetap berada di bawah Presiden.
“Sikap Presiden Prabowo jelas kok, bahwa posisi Polri sudah tepat di bawah presiden, secara demokratis dan regulatif Komisi III DPR-RI juga bersepakat agar posisi Polri tetap di bawah presiden. Jadi komponen mana lagi yang diperdebatkan? Jangan mencari-cari masalah terhadap sesuatu yang sudah clear dan sudah jelas, gitu loh,” tutup Sandri.







