Koma.id — Pernyataan konten kreator Mega Salsabillah yang menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat polisi dalam jaringan narkoba memicu perdebatan luas di ruang publik. Dalam potongan video yang viral, Mega menyebut adanya “siklus setan” di tubuh institusi kepolisian, bahkan melontarkan kalimat keras bahwa masyarakat hanya menjadi “ternak bahan pencetak uang”.
Pernyataan tersebut menuai respons beragam. Sebagian publik menilai Mega berani membuka isu sensitif soal dugaan praktik oknum aparat, sementara pihak lain mengkritik generalisasi yang dinilai berpotensi merusak kepercayaan terhadap institusi kepolisian secara keseluruhan.
Mega Soroti “Siklus Oknum”
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Dalam narasi yang beredar, Mega menyoroti dugaan praktik oknum aparat yang terlibat dalam peredaran narkoba dan menyebut adanya pola berulang yang merugikan masyarakat. Ia mempertanyakan integritas sistem pengawasan internal serta konsistensi penindakan terhadap aparat yang terbukti menyimpang.
Ungkapan “Lu cuma jadi ternak bahan pencetak uang” menjadi bagian paling kontroversial dari pernyataannya. Kalimat itu dinilai keras dan frontal, sehingga memancing reaksi publik.
Meski membahas “oknum”, namun diksi yang digunakan Mega berpotensi menyeret citra institusi secara luas, bukan hanya individu pelanggar.
Respons Kombes Manang: Ajak Podcast Terbuka
Menanggapi pernyataan tersebut, dari unggahan di akun pribadinya, Kombes Pol. Dr. Manang Soebeti Sik., M.Si, menyampaikan ajakan terbuka untuk berdiskusi langsung dalam sebuah podcast.
“Kepada Mega Salsabillah, yuk kita podcast. Mumpung lagi rame nih bahas tentang oknum. Kapan kita podcast? Undang saya ke tempat Mbak Mega. Kita podcast membahas para oknum. Kan belum ada nih polisi yang membahas tentang oknum. Ayo, saya mau. Kita bahas habis tentang oknum,” ujar Manang.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap narasi yang berkembang di media sosial. Manang menekankan pentingnya pembahasan yang komprehensif dan langsung, termasuk dari sudut pandang aparat kepolisian sendiri.
Undangan Resmi dari Tim Mega
Tak lama setelah pernyataan tersebut, tim dari platform “Rumah Kamu” mengirimkan undangan kepada Manang untuk hadir sebagai narasumber dalam podcast bersama Mega Salsabillah.
Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar, undangan tersebut dijadwalkan pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Manang menyatakan kesediaannya untuk hadir.
Langkah ini dinilai sebagai ruang klarifikasi terbuka di tengah polemik yang berkembang.
Ajakan diskusi terbuka antara Mega dan Kombes Manang berpotensi menjadi ruang dialog yang lebih substantif, alih-alih sekadar saling sindir di media sosial.
Publik kini menunggu apakah podcast tersebut benar-benar terealisasi dan mampu menghadirkan perdebatan yang faktual, transparan, dan memberi kejelasan atas isu yang diangkat.













