Koma.id– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berperan krusial dalam menekan angka putus sekolah yang masih tinggi di Indonesia.
Ia bahkan menyebut bahwa tidak sedikit anggota dewan yang merupakan lulusan Paket C, setara SMA, sebagai bukti relevansi jalur pendidikan nonformal ini. Penyebab putus sekolah, menurut Mu’ti, tidak hanya faktor ekonomi tetapi juga kultural dan geografis, seperti pernikahan dini dan keterbatasan akses.
“Paling banyak itu Paket C. Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” ujar Mu’ti dikutip.
Ribuan Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Oleh karena itu, Kemendikdasmen berencana memperluas layanan PKBM, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada program kesetaraan Paket A, B, C, serta kursus keterampilan. Namun, Mu’ti menegaskan pentingnya penataan ketat terhadap pengelolaan PKBM, terutama dalam hal administrasi dan akademik, untuk memastikan kelulusan peserta sesuai jenjang dan menghindari penyimpangan. Penguatan PKBM ini menjadi strategi pemerintah untuk menurunkan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan rata-rata lama belajar masyarakat.







