Koma.id– Para pimpinan Badan Otonomi Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan pernyataan bersama terkait dinamika yang tengah terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pimpinan yang menandatangani pernyataan ini berasal dari berbagai organisasi di bawah NU, antara lain Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia (DPP SARBUMUSI), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), dan Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).
Dalam pernyataan bersama itu, para pimpinan menegaskan komitmen menjaga persatuan jam’iyyah dengan berlandaskan nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (proporsional).
Mereka menekankan pentingnya musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka di tubuh PBNU untuk menemukan solusi terbaik demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama.







