Koma.id | Bireuen – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah turun langsung ke lapangan dalam upaya percepatan penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah daerah di Aceh. Kapolda bahkan harus menyebrangi Sungai Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, menggunakan perahu karet untuk mencapai wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe yang terisolasi akibat jembatan penghubung di jalan nasional terputus. Minggu (30/11).
Setibanya di sisi Kutablang, suasana haru pecah. Puluhan warga, terutama para ibu yang telah lima hari tertahan akibat putusnya jembatan, langsung mendekat sambil menangis meminta pertolongan.
“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami!” pinta seorang ibu dengan suara bergetar.
Mendengar keluhan itu, Kapolda Aceh menghampiri warga dan mendengarkan satu per satu aspirasi mereka. Kehadirannya menjadi penguatan bagi masyarakat yang sejak awal banjir kesulitan memperoleh bantuan maupun berkomunikasi dengan keluarga.
Irjen Marzuki menegaskan seluruh personel Polri telah dikerahkan untuk membuka kembali akses, melakukan evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik ke kawasan yang masih terisolasi. Ia juga menginstruksikan jajarannya mempercepat pendistribusian bantuan dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan hamil, dan lansia.
“Kami pastikan Polri hadir di garis depan untuk membantu masyarakat hingga kondisi kembali pulih,” tegasnya.
Langkah cepat Kapolda Aceh menembus daerah yang terputus total ini menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendampingi warga di saat situasi paling sulit. Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa Polri akan terus berada di garis depan penanganan bencana hingga seluruh wilayah terdampak kembali normal.







