Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sulut, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi 1–5 Desember

Views
×

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sulut, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi 1–5 Desember

Sebarkan artikel ini
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sulut, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi 1–5 Desember

Koma.id | Manado – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada periode 1–5 Desember 2025.

Dalam surat imbauan yang ditandatangani Plh Kepala Stasiun, Minggu (30/11), BMKG menyebutkan analisis dinamika atmosfer menunjukkan sejumlah fenomena yang memperkuat pembentukan awan hujan di Sulut. Faktor tersebut antara lain angin Muson Barat yang mulai dominan, aktifnya La Nina, suhu muka laut yang lebih hangat, serta pergerakan Madden–Julian Oscillation (MJO) melintasi wilayah Sulut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Terdeteksi adanya pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik utara Papua yang memicu pertemuan dan belokan angin, sehingga meningkatkan curah hujan dan angin kencang, didukung kelembaban udara basah di setiap lapisan dan tingginya indeks labilitas atmosfer,” tulis BMKG dalam imbauannya.

BMKG menyebut sejumlah daerah di Sulut yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Sitaro, Sangihe, dan Talaud.

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah bertopografi curam dan rawan longsor.

BMKG juga mencatat sejumlah fenomena atmosfer lain yang memengaruhi cuaca Indonesia sepekan ke depan. Siklon Tropis “SENYAR” yang sebelumnya terbentuk di Selat Malaka telah punah, namun sempat memicu hujan ekstrem di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sementara itu, Siklon Tropis “KOTO” di Laut Filipina masih aktif dan berdampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat serta gelombang tinggi di perairan utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

BMKG menegaskan kombinasi fenomena global seperti La Nina lemah, Monsun Asia, MJO, Gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator akan terus meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia hingga awal Desember.

BMKG meminta masyarakat untuk:
Menjauhi wilayah terbuka saat hujan disertai petir dan angin kencang.
Menghindari pohon, bangunan, dan infrastruktur yang rapuh.
Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG.

BMKG menekankan bahwa cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat diminta tetap siaga menghadapi perubahan kondisi atmosfer yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.