Koma.id | Jakarta – Banjir yang melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 54 Rukun Tetangga (RT) terendam hingga Kamis malam pukul 21.00 WIB.
“Hingga pukul 21.00 WIB kami mencatat saat ini genangan terjadi di 54 RT,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, Kamis (30/10).
Menurut Yohan, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak sore hari. Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan status siaga di sejumlah pos pemantauan air, yakni Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, dan Pintu Air Karet yang masing-masing berada pada level Waspada atau Siaga 3.
Dari total 54 RT terdampak, sebanyak 53 RT berada di Jakarta Selatan dan 1 RT di Jakarta Timur. Berikut rincian wilayah terdampak:
Jakarta Selatan:
- Kelurahan Cipete Utara: 3 RT, ketinggian air hingga 160 cm
- Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT, ketinggian 130 cm
- Kelurahan Bangka: 2 RT, ketinggian 110 cm
- Kelurahan Kuningan Barat: 6 RT, ketinggian 110 cm
- Kelurahan Pela Mampang: 9 RT, ketinggian 90 cm
- Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT, ketinggian 80 cm
- Kelurahan Kebagusan: 2 RT, ketinggian 50 cm
- Kelurahan Pondok Labu: 1 RT, ketinggian 30 cm
- Kelurahan Petogogan: 26 RT, ketinggian 30 cm
Jakarta Timur:
- Kelurahan Tengah: 1 RT, ketinggian 60 cm
Mayoritas genangan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu luapan sungai seperti Kali Krukut dan Kali Mampang. Beberapa titik seperti Jalan Kemang Raya dilaporkan lumpuh akibat genangan setinggi 1 meter.
BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk waspada serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan potensi banjir.







