Koma.id | Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin malam (27/10) membawa dampak besar bagi warga di bantaran Sungai Ciliwung, Pejaten Timur. Air yang meluap dari sungai merendam puluhan rumah dengan ketinggian mencapai dua meter, memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di sekitar Jalan Masjid Al Makmur, Pasar Minggu, genangan air bervariasi antara 50 sentimeter hingga dua meter. Tiga rukun tetangga terdampak cukup parah, yakni RT 16 dan RT 17 di RW 27, serta RT 5/RW 8. Warga terlihat berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga, termasuk sepeda motor dan peralatan rumah tangga, ke lokasi yang lebih tinggi.
Suasana pagi di Pejaten Timur dipenuhi dengan aktivitas evakuasi dan gotong royong. Meski banjir datang tiba-tiba, semangat warga untuk saling membantu tetap terasa hangat. Beberapa keluarga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat atau posko darurat.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Banjir ini dipicu oleh meningkatnya muka air di Bendung Katulampa, Bogor, yang mencapai status siaga III pada pukul 20.00 WIB. Kondisi tersebut menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Ciliwung yang mengalir ke wilayah Jakarta Selatan.
BACA JUGA : Aman dan Sesuai Aturan, Ivan Duta Mulia Bongkar Risiko Memilih Jalur Haji Ilegal
Di tengah genangan dan ketidakpastian, warga Pejaten Timur menunjukkan ketangguhan dan solidaritas. Meski air belum sepenuhnya surut, harapan untuk segera pulih dan bangkit tetap menyala di antara mereka. Pemerintah setempat diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan dan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.








