Koma.id– Program Magang Nasional yang diluncurkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menuai kritik tajam dari kalangan buruh. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menilai program tersebut justru merendahkan para lulusan sarjana yang telah menempuh pendidikan tinggi dengan penuh perjuangan.
Menurut Said, kebijakan magang nasional tidak tepat sasaran karena ditujukan kepada lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate) baik dari jenjang diploma maupun sarjana. Ia menegaskan, magang seharusnya diperuntukkan bagi siswa atau mahasiswa yang masih menempuh studi, bukan bagi mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan.
Lebih lanjut, Said Iqbal menyebut para lulusan perguruan tinggi telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya besar demi memperoleh gelar akademik. Oleh karena itu, pemerintah dan dunia usaha seharusnya memberikan kesempatan kerja tetap kepada mereka, bukan hanya magang yang bersifat sementara tanpa jaminan kesejahteraan.







