Koma.id – Presiden Prabowo Subianto tiba di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh yang membahas penyelesaian konflik di Gaza.
Kehadiran Presiden Prabowo dinilai sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
Presiden Prabowo bertolak dari Jakarta dengan Pesawat Garuda Indonesia-1 dan tiba di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Turut mendampingi Presiden dalam perjalanan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di Mesir, Presiden Prabowo disambut oleh Chamberlain Kepresidenan Mesir Mohammed Mokhtar, Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, dan Atase Pertahanan KBRI Kairo Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Dalam KTT tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri upacara penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza.
Sejumlah kepala negara dan pemerintahan turut hadir, diantaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Yordania Abdullah II, Emir Qatar Syekh Thamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Sekretariat Presiden menyebut, undangan kepada Presiden Prabowo merupakan pengakuan dunia atas peran strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam isu kemanusiaan di Gaza.
“Selain itu, hal ini juga menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan pada pembukaan UUD 1945,” tulis Setpres dalam keterangannya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan keberangkatan Presiden ke Mesir dilakukan secara mendadak.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo kembali menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan hingga 20 ribu pasukan perdamaian TNI bila Israel dan Palestina mencapai kesepakatan damai.













