Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Penjelasan Kemlu Terkait Mikrofon Presiden Prabowo Mati Saat Pidato di KTT PBB

Views
×

Penjelasan Kemlu Terkait Mikrofon Presiden Prabowo Mati Saat Pidato di KTT PBB

Sebarkan artikel ini
Penjelasan Kemlu Terkait Mikrofon Presiden Prabowo Mati Saat Pidato di KTT PBB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di KTT PBB untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara, New York, AS, Selasa (23/9). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Koma.id Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan penyebab mikrofon Presiden Prabowo Subianto mati saat pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemlu mengatakan mikrofon itu otomatis mati karena ada batasan waktu.

Peristiwa itu terjadi dalam momen pertemuan tingkat tinggi PBB terkait isu Palestina dan solusi dua negara di Markas PBB New York, Senin (22/9) waktu setempat. Mikrofon Presiden Prabowo mati saat menyampaikan kalimat ‘kami bersedia menyediakan pasukan perdamaian’.

Silakan gulirkan ke bawah

“Terdapat aturan prosedur bahwa setiap negara mendapat kesempatan 5 menit. Apabila pidato lebih dari 5 menit, maka mikrofon akan dimatikan,” kata Direktur Informasi dan Media Kemlu, Hartyo Harkomoyo.

Dia mengatakan setiap pertemuan PBB memiliki aturan tersendiri. Salah satunya alokasi waktu yang diberikan bagi setiap anggota delegasi untuk menyampaikan pandangan mereka di hadapan sidang.

Dia mengatakan suara Presiden Prabowo tiba-tiba terputus dan tidak muncul dalam siaran langsung Sidang Majelis Umum PBB karena durasinya telah habis.

Namun, Hartyo mengatakan Presiden Prabowo menyampaikan pidato dengan lantang sehingga delegasi PBB yang hadir di ruang sidang masih mendengar suara Prabowo meski tanpa mikrofon.

“Meski mikrofon dimatikan, pidato Presiden Prabowo masih jelas terdengar oleh para delegasi di Aula Sidang Majelis Umum,” katanya.

Selain Presiden Prabowo yang berpidato di urutan kelima, mikrofon mati terjadi saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato. Direktorat Komunikasi Turki juga menyebut mikrofon itu mati otomatis karena pidato Erdogan melampaui batas waktu 5 menit.

Dalam KTT soal Palestina yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi tersebut, 33 pemimpin delegasi yang mewakili negara dan perkumpulan negara seperti Uni Eropa dan Liga Arab menyampaikan pandangan mereka tentang penyelesaian masalah Palestina dan implementasi solusi dua negara yang ideal.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.