Koma.id | Banten – Kepala Bidang Hukum dan Politik Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banten, Kiyai Amal Faihan Maimun, menyerukan agar individu-individu yang masuk dalam daftar orang hilang segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya laporan orang hilang yang belakangan memicu keresahan publik dan spekulasi liar di media sosial.
“Episode hilang-hilangan sudah cukup. Jangan sampai kejadian ini berubah jadi prank nasional seperti kasus oplas Ratna Sarumpaet dulu,” tegas Kiyai Amal dalam keterangannya kepada media, Sabtu (20/09).
Menurutnya, fenomena orang hilang yang tidak jelas keberadaannya dapat menimbulkan dampak sosial dan psikologis, baik bagi keluarga maupun masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab pribadi dalam menyikapi situasi ini.
“Kalau memang tidak ada unsur pidana atau ancaman, sebaiknya segera muncul dan klarifikasi. Negara punya mekanisme hukum yang bisa melindungi dan menyelesaikan persoalan secara adil,” ujarnya.
ISNU Banten juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi. Kiyai Amal mengajak semua pihak untuk memperkuat literasi hukum dan menjaga stabilitas sosial dengan tidak mempermainkan isu yang sensitif.
Pihak kepolisian sendiri telah membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memberikan klarifikasi atau informasi terkait daftar orang hilang yang beredar. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti individu yang dimaksud, namun proses identifikasi dan verifikasi masih berlangsung.








