Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Dolar AS Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Views
×

Dolar AS Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Sebarkan artikel ini
Dolar AS Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Koma.id | Jakarta – Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level terendah dalam sepekan, dipicu ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) serta data pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan perlambatan. Pelemahan dolar membuka peluang penguatan bagi sejumlah mata uang utama dunia, termasuk rupiah.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,4 persen ke level 97,273 pada penutupan perdagangan Senin (15/9) waktu setempat. Dolar juga melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,2 persen ke posisi 147,335, sementara euro dan poundsterling masing-masing menguat 0,3 persen dan 0,4 persen.

Silakan gulirkan ke bawah

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak The Fed untuk melakukan pelonggaran moneter yang lebih agresif, dengan alasan perlambatan di sektor perumahan. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September, dengan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 95,9 persen.

Dari sisi domestik, nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal penguatan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.10 WIB, rupiah menguat 34,5 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.381 per dolar AS. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari stimulus pemerintah dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.370–Rp16.420. Menurutnya, pelemahan dolar AS akibat data tenaga kerja yang lesu dan meningkatnya tingkat kemiskinan di AS menjadi katalis utama bagi penguatan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Sementara itu, pasar juga menanti keputusan suku bunga dari Bank of England (BoE), Bank of Japan (BOJ), Bank of Canada, dan Bank Sentral Norwegia pekan ini. BoE dan BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga, dengan fokus pada strategi pelepasan obligasi dan sinyal kebijakan lanjutan.

Di Eropa, penurunan peringkat kredit Prancis oleh Fitch Ratings tidak berdampak signifikan terhadap euro. Fitch menurunkan rating Prancis dari AA- karena kekhawatiran atas meningkatnya beban utang pemerintah.

Dengan tren pelemahan dolar AS dan dukungan kebijakan fiskal dalam negeri, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Target resisten teknikal harian berada di Rp16.350 dan Rp16.310 per dolar AS, sementara support terdekat tercatat di Rp16.450.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.