Koma.id– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih bungkam soal rencana demonstrasi besar-besaran yang digagas Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat pada 3 September 2025. Khofifah menegaskan dirinya lebih memilih fokus bekerja.
Sementara itu, massa Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat terus mematangkan persiapan. Mereka bahkan telah mendirikan posko dukungan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya sejak 18 Agustus 2025 sebagai wadah konsolidasi sekaligus tempat menampung donasi dari masyarakat.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Namun, posko tersebut dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal. Inisiator Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat, Muhammad Sholeh, yang juga aktivis PRD, menyayangkan insiden tersebut. Ia menduga perusakan dilakukan kelompok yang menolak rencana aksi tersebut.
Aksi yang diklaim akan digelar secara besar-besaran itu ditujukan langsung kepada Khofifah, dengan tuntutan yang disebut sebagai bagian dari upaya memakzulkan sang gubernur.







