Koma.id- Konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang pecah sejak 13 Juni 2025 mulai berdampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, gejolak tersebut telah memicu penurunan tajam pada sentimen pelaku usaha di sektor manufaktur, tercermin dari terus melemahnya Purchasing Managers’ Index (PMI).
Lebih memprihatinkan lagi, PMI Manufaktur Indonesia ikut terperosok ke level 46,9 pada Juni 2025, padahal sebulan sebelumnya masih di angka 47,4.
Di sisi lain, Menkeu menambahkan, tekanan inflasi juga diperkirakan akan meningkat tajam seiring lonjakan harga minyak mentah dunia. Harga komoditas energi itu melesat hingga 8% ketika Israel melancarkan serangan bom ke wilayah Iran dengan dukungan Amerika Serikat.







