Koma.id | Bukittinggi – Kabar menggembirakan datang dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Sepasang anak harimau Sumatera kembali lahir di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), menambah harapan baru bagi pelestarian satwa langka yang kini kian terancam punah.
Dua anak harimau tersebut lahir dari pasangan Bujang Mandeh—harimau jantan yang diselamatkan dari jerat pemburu di kawasan Mandeh—dan induk betina Mantagi, hasil konservasi generasi sebelumnya di TMSBK. Anak pertama mereka, Banun, lahir pada Desember 2024. Sementara dua anak harimau terbaru lahir pada 3 Mei 2025 dan diberi nama Rizki dan Lestari.
Nama Rizki dan Lestari diberikan secara simbolis oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, dalam kunjungannya bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. “Rizki berarti anugerah dari Allah, dan Lestari sebagai harapan agar harimau Sumatera tetap hidup sepanjang masa,” ujar Titiek Soeharto dalam sambutannya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambahkan bahwa saat ini terdapat 568 individu harimau Sumatera di 23 lanskap di Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian hutan sebagai habitat satwa liar.
Dengan kelahiran Rizki dan Lestari, populasi harimau Sumatera di TMSBK kini mencapai 11 individu, menjadikannya salah satu pusat konservasi terpenting di Pulau Sumatera. Dokter hewan TMSBK, Yoli Zulfanedi, menjelaskan bahwa anak-anak harimau ini dalam kondisi sehat dan telah menjalani vaksinasi tahap awal.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa konservasi satwa bukan hanya soal menjaga spesies, tetapi juga tentang kolaborasi, komitmen, dan harapan lintas generasi. Rizki dan Lestari bukan sekadar nama—mereka adalah simbol masa depan yang masih bisa dijaga.








